Kesan-kesan Kolega kepada Guru Besar Ilmu MSDM IPB Prof.Dr.Ir. TB. Sjafri Mangkuprawira

Kenang-kenangan Bersama Kanda Sjafri

April 21, 2008 · Leave a Comment

Pertama kali saya kenal dengan Kanda Sjafri ketika beliau sebagai mahasiswa dan Senior HMI yaitu pada tahun 1968. Pada awal pertemuan dengan beliau, saya mempunyai kesan bahwa penampilan Kanda Sjafri adalah sebagai orang yang sulit untuk diajak berdiskusi, lebih-lebih untuk bercanda. Akan tetapi setelah sekian lama saya kenal beliau sebagai senior, ternyata saya salah. Rupanya Kanda Sjafri adalah orang yang murah senyum, berpenampilan selalu rapih namun sederhana, dan bila bicara sangat mudah dipahami.

Sampai dengan saat ini saya masih ingat, pada waktu saya masih sebagai mahasiswa tahun pertama, bahwa setiap beliau akan memberi ceramah masalah cara-cara belajar di Fakultas Pertanian, IPB dan keorganisasian HMI, di mana beliau saat itu selalu duduk bersama …ehm… yang pada akhirnya ia menjadi istri beliau, saya terkagum-kagum karena disamping penampilannya yang menyenangkan dan penuh senyum, ia selalu menyapa dengan ucapan yang selalu sama dengan sapaan sebelumnya: “eh dik, senang kan kuliah di IPB, …harus senang ya”. Dengan sapaan itu saya menjadi lebih bersemangat mengikuti kuliah sampai pada akhirnya saya lulus dari Fakultas Pertanian IPB. Tidak hanya itu saja, beliau itu yang saya rasakan adalah sebagai orang yang selalu memberi spirit untuk maju melalui pembinaan “emotional” terhadap adik-adiknya dalam organisasi.

Sebagai dosen, beliau selalu memberi keteladanan dalam komitmennya untuk memajukan mahasiswanya agar mempunyai wawasan yang luas, bersikap baik dan berperilaku jujur sebagai akademisi, serta mempunyai cita-cita untuk tidak menjadi orang “pas-pasan”. Sebagai peneliti, beliau sebagai salah satu yang terbaik karena ketekunannya, ulet dan terbuka dalam mengungkapkan fakta dan kebenaran secara jujur. Sebagai pemimpin, beliau punya tanggung jawab sangat besar terhadap apa yang menjadi kewenangannya serta berani mengatakan yang benar itu adalah benar, dan yang salah itu ya…salah, rela berkorban dalam mengemban misi, dan selalu penuh perhatian dalam mewujudkan tujuan organisasi yang beliau pimpin.

Di tengah-tengah kelangkaan sosok pemimpin yang dapat diteladani, kiranya tidak salah saya mengatakan bahwa – paling tidak saya – beruntung masih mempunyai seorang Sjafri yang selalu memberi pencerahan terhadap adik-adiknya. Sungguh saya dan kami sebagai penerus Kanda Sjafri banyak berhutang budi terhadap beliau.

Terima kasih Kanda Sjafri, terima kasih telah menjadi dosen, peneliti dan pemimpin, serta menjadi orang tua dan sahabat dalam suka dan duka. Doa kami selalu menyertai Kanda.

Supiandi Sabiham

Categories: Kesan Kolega
Tagged: , , ,

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment