Saya sudah cukup lama mengenal Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira. Beliau adalah sosok sahabat yang sangat baik, ramah, santun dan sangat berwibawa. Sebagai pemimpin (Ketua Senat Akademik IPB periode 2003-2008), beliau sangat tegas, demokratis dan bijaksana senantiasa memperhaikan saran, pendapat atau masukan dari yang dipimpinnya. Suatu kebijakan yang akan diputuskan pasti dibahas atau didiskusikan dulu dengan semua staf atau bawahannya. Pernah suatu ketika, kalau tidak salah akhir tahun 2004, pada waktu itu saya hadir dalam rapat pimpinan Senat Akademik (RAPIM-SA) dalam membahas kerangka laporan tahunan SA, yang konsepnya telah beliau persiapkan. Pada waktu saya memberikan masukan agar sub judul ”organisasi” sebaiknya tidak disatukan dengan ”keuangan atau anggaran”. Pada saat itu, entah bagaimana beliau menolak usul saya tersebut sehingga saya merasa kecewa. Tetapi secara tidak terduga, subuh/dini hari saya mendapat pesan singkat atau sms dari beliau yang menyatakan bahwa ”setelah saya renung-renungkan ternyata usul Pak Iding benar dan kerangka laporan sudah diperbaiki”. Selaku pimpinan, Pak Sjafri senantiasa mengayomi anak buahnya dan sangat pandai memotivasi anak buahnya sehingga seluruh anak buahnya dengan suka rela melaksanakan tugasnya masing-masing. Itulah sosok Prof. Dr. Ir. Sjafri Mangkuprawira yang saya kenal secara dekat dalam waktu yang cukup lama. Prof. Sjafri adalah aset IPB yang tak ternilai, oleh karena itu berakhirnya masa tugas beliau menyebabkan IPB kehilangan salah seorang dosen terbaiknya.
Iding M Padli Nurjaji
Senat Akademik
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.